Inikah Rasanya Cinta??

Inikah Rasanya Cinta??

“KYAA…..aku terlambat.” Buru – buru aku bangun dari tempat tidur dan bergegas mandi walaupun mandi kilat..

aish sungguh menyebalkan seharusnya aku tidur lebih awal semalam, kalau saja aku tidak harus mengerjakan tugas dari Kang songsaengmin.

“Omma,,Appa,,aku berangkat.” Pamitku.

“Ya..kau tidak sarapan dulu??” Tanya Omma

‘Tidak sempat aku sudah telat Omma, aku tidak mau dihukum lagi oleh Kang songsaengnim.” Jawabku sembari meluncur (?) keluar rumah.

********************

“Yaakkk…cepat kalian kemari…!!!!” Teriak seseorang yang kuyakini itu suara Kang songsaengnim.

‘Aigoo..Tuhan selamatkan aku hari ini.. tolong buat aku mengecil agar Kang songsaengnim tidak melihatku’ kataku dalam hati sambil berjalan mengendap-endap di belakang Kang songsaengnim.

“MIN RA…SONG MIN RA..sedang apa kau, kenapa berjalan mengendap-endap seperti itu hah!!!”ommo..mati aku, kulihat mata Kang songsaengnim sudah membulat besar(?) menatapku.

“Annyong songsaengnim.” Sapaku sambil menunjukkan senyumku, kuharap senyumku dapat mengurangi kemarahan Kang songsaengnim.

“Hari ini kau terlambat, kemarin kau memecahkan kaca ruanganku dan kemarinnya lagi kau menumpahkan kopi di bajuku, aku benar-benar sudah bosan menghukummu terus!!!.” Katanya padaku.

“Sudah, hari ini yang terlambat silahkan bersihkan seluruh halaman sekolah.” Kang songsaengnim memberi perintah.

“Dan kau Song Min Ra sebelum melaksanakan hukuman ini, kumpulkan tugas yang kuberikan kemarin!!!” lanjut Kang songsaengnim. Aigo songsaengnim ini memang benar-benar mau membuat aku sengsara.

********************

”Hah,,,!!akhirnya selesai juga penderitaanku.” ucapku sambil merentangkan kedua tanganku. Aku memutuskan untuk tidak kembali kekelas, melainkan ke halaman belakang sekolahku yang sepi. Tempat ini merupakan tempat favoritku untuk melepas lelah maksudku tidur he.. kurebahkan tubuhku dipohon dan mulai memejamkan mataku. Entah sudah berapa lama aku tertidur, saat tiba-tiba aku merasakan sepertinya turun hujan karna wajahku seperti terkena cipratan air. Apa iya hari secerah ini turun hujan pikirku. Ku coba membuka mataku perlahan sambil menggeliat.

”HOAAAAAMMMM…..” aku menguap tanpa menutup mulutku. Kebiasaan burukku.

”Apa sudah puas kau tertidur?” Ommo aku kaget tiba-tiba mendengar suara seseorang dihadapanku. Aku membuka mataku.

”C..Cho Kyuhyun..” pekikku kaget. Apa yang dia lakukan disini. A-apa jangan-jangan dia melihatku tertidur disini dan dia melihat aku menguap tanpa menutup mulutku.. aish memalukan kalau sampai itu terjadi.

”YAA..cepat bangun, atau kau ingin aku menumpahkan segelas air ini diwajahmu.” ucapnya sambil menunjukkan gelas besar yang berisikan air. Tunggu, air..

”Jadi tadi bukan hujan?” tanyaku yang hanya dijawab dengan tatapan dan senyuman mengejek darinya.

”YAK!! CHO KYUHYUN, KAU CARI MATI HAH!!!!!!!!” jeritku begitu menyadari semua ini ulahnya.

*********************

Hari ini aku sudah menyusun rencana balas dendamku pada Cho Kyuhyun.

”Cho Kyuhyun, lihat saja apa yang bisa aku lakukan pada namja populer sepertimu.” ucapku sambil tersenyum membayangkan rencanaku.

”Min Ra`ya, gwenchana? Kau kenapa dari tadi senyum-senyum sendiri. Kau tidak gila kan? Kau wa-YAAAK sakit babo, kenapa memukul kepalaku?” Hyuri berdecak kesal.

”Siapa suruh mengataiku gila.”

”Dari tadi pagi kau tersenyum tidak jelas begitu. Bagaimana aku tidak khawatir.” ucap Hyuri sambil menatapku lekat.

”Tidak apa-apa, aku hanya sedang bahagia saja.” ucapku.

TENG..TENG..

Suara bel istirahan menghentikan obrolanku dengan Hyuri.

”Kau mau kekantin?” tawar Hyuri padaku dan kujawab dengan anggukan.

Namun belum sempat aku dan Hyuri bangkit dari kursi tiba-tiba seorang namja masuk kekelasku.

”YAKK!! Yoeja gila, kau kan yang memasukkan tikus ditas ku?” jerit namja yang ternyata Kyuhyun.

”Enak saja main tuduh. Memang kau punya bukti?” ucapku mengejek. Demi tuhan aku ingin tertawa melihat tampang marahnya. Aku tidak bisa membayangkan seperti apa wajahnya saat dia tahu ada 3 ekor tikus di dalam ditasnya. Pasti sangat lucu, eh lucu. Tidak, maksudku pasti dia sangat ketakutan kkkkk!!!. Aku pernah dengar dari yoeja-yoeja yang sering membicarakannya kalau dia ini takut sekali pada tikus, hewan kecil yang sekali ku injak saja bisa mati.

”Sekarang memang aku tidak ada bukti. Tapi aku yakin itu ulahmu. Lihat saja kau ya, aku akan membalas apa yang kau perbuat padaku.” Kyuhyun sepertinya dendam sekali padaku. Heh, biarkan saja, aku ingin tahu apa yang bisa dia lakukan padaku.

”Ughhh!!!!! Aku takut….” Ucapku tepat dihadapannya dengan suara dibuat-buat seperti ketakutan.

”Aish awas kau ya, jangan panggil aku Kyuhyun kalau aku tidak bisa membalasmu.” ucapnya sambil meninggalkan kelasku.

Begitu Kyuhyun keluar dari kelasku, tawaku langsung meledak. Sangking lamanya aku tertawa sampai-sampai perutku sakit. Kulirik Hyuri yang dari tadi hanya diam melihatku tertawa.

”Kau menertawakan apa sih? Aku bingung melihatmu tertawa begitu Kyuhyun keluar??” tanya Hyuri dengan wajah bingung. Aigoo anak ini lodingnya lama sekali.

”Aku hanya mengerjainya dengan memasukkan 3 ekor tikus kedalam tasnya.” jelasku.

”MWOO..3 ekor. Kau bilang 3 ekor tikus. HWAHAHAHA…dia pasti ketakutan sekali Min Ra`ya. Ide jahilmu memang luar biasa.”

”Kau ini, lodingmu lama sekali. Sudahlah ayo kita kekantin, nanti keburu waktu istirahat habis.”

********************

Hari ini perasaanku mengatakan kalau Kyuhyun mau melakukan sesuatu kepadaku. Aku harus hati-hati. Tapi baru saja aku hendak masuk kelas, kulihat Kang Songsaengnim sedang dikerumuti oleh murid-murid. Ada apa ya? Karna penasaran aku segera mendekat kesana. Dan tedengg…. Apa aku tidak salah lihat, si bocah menyebalkan alias Kyuhyun itu sedang dijewer oleh Kang Songsaengnim. Hahaha…aku tidak perlu bersusah payah mengerjainya, toh dia sudah dihukum hari ini.

“Min Ra`ya, kau lihat tidak Kyuhyun sunbae dihukum oleh Kang Songsaengnim?” Hyuri langsung menghampiriku.

“Eoo..aku lihat kkkkk…sepertinya aku tidak perlu bersusah payah mengerjainya hari ini.”

“Kau tahu kenapa dia dihukum oleh Kang Songsaengnim?”

“Memangnya kenapa?” aku penasaran.

“Kang Songsaengnim memergokinya sedang membuka lokermu, beliau kira Kyuhyun sunbae ingin mencuri.”

“Mwo..!! jadi dia dihukum karna itu!! Lihat saja aku akan mengejeknya habis-habisan hari ini karna gagal mengerjaiku kkkk..” aku tertawa evil.

“Memang kau tidak bosan bertengkar terus dengannya??”

“Tidak. Itu menyenankan.”

“Hya,,,Min Ra`ya jangan bilang bahwa sekarang kau menyukainya?” ledek Hyuri.

“Mwo..A-ani. Kenapa kau bicara sembarangan” aduh kenapa aku jadi gugup sih.

“Ah, lain dimulut lain dihati. Di dahimu saja tertulis kau menyukai Kyuhyun sunbae.” Kuraba dahiku, apa benar ada tulisannya.

“HA,,HA,,,ternyata kau benar2 menyukainya ya. Aku kan hanya bercanda, tapi reaksimu sungguh berlebihan, sampai-sampai kau meraba dahimu. Lagipula mana mungkin didahimu ada tulisan seperti itu.” Aishh sial.

“Sudahlah hentikan. Kalau ada yang dengar aku malu.” Uupss lagi-lagi mulut ini tidak bisa diajak kompromi.

“Kenapa kau menolak Kyuhyun sunbae?” Hyeri mengecilkan volume suaranya.

“Molla,, aku masih bingung dengan perasaanku. Dia suka menjahiliku, tapi bilang menyukaiku. Aish sudahlah tidak usah dibahas. Oh ya, nanti aku mau mengejeknya ah he..” kulihat Hyuri hanya menggelengkan kepalanya.

Saat jam istirahat tidak sengaja aku melihat Kyuhyun sedang bediri dengan sebelah kaki diangkat. Kkkk..menyedihkan sekali bukan dihukum seperti itu.

“Hahahaha…dasar babo jadi kena batunya sendiri kan.” Tawaku dihadapannya. ”Ku kira aku membutuhkan tenaga ekstra untuk mengerjaimu hari ini. Tapi sepertinya Tuhan sedang berbaik hati padaku, tanpa aku melakukan apa-apa kau sudah dihukum.” aku benar-benar puas melihat tampang kesalnya.

Kulihat dia berjalan mendekat kearah ku dan memajukan wajahnya hingga berjarak kurang dari 10cm dari wajahku. Otomatis saja tawaku berhenti karna kaget dengan apa yang dia lakukan.

“Aku babo katamu, ah,sepertinya benar.” Ujarnya sambil tersenyum kearahku dan semakin mendekatkan wajahnya padaku.

“A-ap-a yang ka-u lakukan.” Tanyaku gugup.jujur saja aku tidak pernah berbicara sedekat ini dengan siapapun.

“Apa yang aku lakukan, menurutmu apa yang akan aku lakukan?” tanyanya dengan senyum evil kearahku. Sesaat mata kami bertatapan.

“Jauhkan wajahmu dariku Cho Kyuhyun-ssi atau kau ingin mati hah!!” ucapku sambil mendorong tubuhnya menjauh dariku tapi percuma saja karna tubuhnya tidak bergerak sedikitpun. Dan bukannya makin menjauh ia malah mendekatkan lagi wajahnya hingga hidungnya nyaris bersentuhan dengan hidungku. Dan itu benar-benar membuat aku gugup sehingga aku menutup mataku. Apa yang akan dia lakukan. Ommo apa dia ingin menciumku. Andwee..

“HA…HA…HA…wajahmu lucu sekali, kenapa kau menutup matamu hah? Kau pikir aku ingin menciummu. Tch, kau terlalu banyak menonton drama. Jadi singkirkan pikiran yadongmu itu. Kau tau aku mendekatkan wajahku bukan untuk menciummu tapi aku ingin menghitung berapa banyak jerawat yang tumbuh di wajahmu ha,,ha,,ha,,” tawanya lagi. Aish dasar menyebalkan, aku sungguh malu dengan sikapku sendiri kenapa bisa berpikir dia akan menciumku aish jinja. Kau benar-benar babo Min Ra`ya, batinku.

“YAKKK..awas kau Cho Kyuhyun, sudah bosan hidup kau rupanya.” Aku kesal dan malu sekali karna sikapnya itu. Aish dari pada aku semakin kesal dengannya lebih baik aku kekelas saja.

“Yoeja babo, aku tidak akan menyerah untuk menemukan cara agar kau menjadi yoejacinggu-ku.” Teriaknya. Aish terserah dia mau bilang apa aku tidak peduli.

********************

Hari ini aku ada jadwal piket kelas. Sebenarnya berdua dengan Hyerin, tapi karna minggu lalu aku melarikan diri, jadi hari ini aku yang harus membersihkan kelas seorang diri.

”Akhirnya selesai juga.” ucapku begitu selesai mengepel lantai kelas dan membawa peralatan pelnya ke toilet. Saat aku mau keluar dari toilet, aku melihat Kyuhyun masuk ke toilet pria. Tiba-tiba ide jahil melintas di pikiranku. Aku ambil air sabun bekas aku mengepel tadi dan menyiramnya tepat didepan toilet pria.

”Kkkkk…pasti dia jatuh.” aku bersembunyi di balik tembok didekat toilet. Sebenarnya aku tidak betah bersembunyi disini, karna dekat tempat sampah, tapi demi melihat apa yang aku bayangkan akan terjadi pada Kyuhyun sebentar lagi aku menahan diriku disini.

”Hana..Dul..Set”. tepat hitungan ketiga pintu toilet terbuka. Aku benar-benar tidak sabar menunggu apa yang akan terjadi.

1 detik..

2 detik..

3 detik..

”Kenapa tidak terjadi apa-apa ya.” karna penasaran aku menyembulkan(?) kepalaku, mengintip apa yang terjadi.

”Eh, lho, kemana dia?” aku celingukan mencari Kyuhyun. ”Aku yakin dia belum keluar dari toilet. Tapi pintu toiletnya terbuka, apa tadi bukan dia? Atau jangan-jangan Hiiiii….” aku bergidik ngeri dengan pikiranku sendiri.

”Heh mesum, kau mencariku? Kau kira aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan padaku.” tiba-tiba Kyuhyun nongol dari belakang pintu.

”Ommo!!” aku yang tidak tahu kalau Kyuhyun bersembunyi dibelakang pintu tentu saja terkejut mendengar suaranya yang tiba-tiba terdengar dari arah belakangku.

”O-oh kau, aku pikir..KYAAA!!!!!!!!!!” aku yang kaget refleks berbalik menghadap kearahnya, tapi sial aku lupa kalau lantainya licin. Aish sudahlah aku pasrah saja kalau pantatku mendarat mulus dilantai basah ini. Aku memejamkan mataku seolah-olah dengan memejamkan mata, aku tidak akan merasa sakit saat jatuh nanti.

GREEBBB

Aku merasa tubuhku ditahan seseorang. Aku membuka mataku perlahan. Kaget, bengong, gugup, malu, terpesona…aish entahlah aku bingung apa yang aku rasakan saat ini. Begitu aku membuka mataku, yang aku lihat adalah wajah Kyuhyun yang sangat dekat dengan wajahku. Aku bahkan dapat merasakan hembusan nafasnya menyapu wajahku. Baru kali ini aku memperhatikan wajahnya dari dekat. Wajahnya sangat mempesona, garis-garis wajahnya terlihat jelas menambah ketampanannya, hidungnya yang mancung, dan oh Tuhan bibirnya. Dan saat aku melirik kearah matanya, mata kami saling bertemu, ternyata dia juga sedang menatapku. Matanya yang hitam pekat itu seolah menyihirku untuk tetap menatapnya. Entah kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh didiriku. Menatap matanya seolah membuat perasaanku tenang.

Yah, ada apa denganku.. rasanya aku ingin bergerak dan melepaskan diri darinya, tapi tubuhku lemas seolah-olah tenagaku hilang entah kemana. Detik berikutnya tiba-tiba aku merasakan tubuhku benar-benar tegang tidak bisa bergerak, aku benar-benar tidak bisa berpikir apa-apa saat sesuatu yang basah melumat bibirku perlahan.

********************

Esok hari sepulang sekolah

“Temani aku.” Seru seseorang sambil menarik paksa tanganku.

“Yaa..sakit, dasar tidak tahu sopan santun.” Teriakku. Tapi sepertinya teriakanku tidak dihiraukan olehnya karna dia tetap saja menyeretku mengikutinya.

“YAK! Cho Kyuhyun, apa yang kau lakukan hah! Kau kira tanganku karet bisa kau tarik seenaknya.” Ucapku sambil mencoba menghempaskan tangannya, tapi sepertinya percuma.

“Temani aku makan, aku lapar.” Ucapnya datar. Dia ini memang tidak tahu sopan santun, menyeretku seenaknya.

“Tidak mau! Aku harus bekerja, Yak lepas!!.” Sepertinya ucapanku ini benar-benar seperti angin berlalu baginya.

“Naiklah, temani aku makan setelah itu aku antar ketempatmu bekerja.” Ujarnya seraya memberikan helm kepadaku.

“Kenapa kau seenaknya memerintahku hah? Aku tidak mau menemanimu.” Tolakku.

“Kau pacarku, temani aku.” Ucapnya sambil memasangkan helm dikepalaku.

“Hah sejak kapan aku jadi pa-”

“Naik!!!” aish aku bahkan belum menyelesaikan kalimatku.

“Pegangan yang erat.”

“Aku sudah pegangan.” Kataku sambil memegang ujung tasnya.

“Pegangan padaku bodoh.”

“Tidak mau.”

“Kalau begitu jangan salahkan aku kalau kau terbang dibawa angin ya.”

“Cih, kau kira aku ini apa.” Aku memukul kepalanya.

BRUM!!

BRUUUUUMMMM!!

“KYAAAAA!! Cho Kyuhyun! Pelankan motormu, Aku belum mau mati, kalau kau mau mati jangan ajak-ajak aku.”

Selama diatas motor aku keluarkan semua sumpah serapahku pada Cho Kyuhyun.

“Hey mau sampai kapan kau memelukku seperti itu hah!! Kita sudah sampai.” Ucapannya menyadarkanku, segera saja kulepaskan tanganku yang mengalung indah dipinggangnya.

“Kau mau makan atau mau menghabiskan uangmu hah!!.” Tanyaku heran melihat dia membawaku kerestoran mewah.

“Aku tidak akan jatuh miskin hanya karna makan disini bodoh.” Cih sombong sekali dia ini.

“Kenapa kau masih diam saja, ayo masuk.” Dia menarikku masuk kedalam.

“Kau mau pesan apa?” tanyanya begitu seorang pelayan menghampiri meja.

“Kau pesan apa?” tanyaku padanya. Aku benar-benar tidak mengerti tulisan apa yang tertera dimenu. Dan dia benar-benar gila, makanan disini benar-benar mahal.

“Suutt, kau yakin makan disini, lihat makanan disini benar-benar mahal.” Ucapku meyakinkannya.

“Kau ini benar-benar memalukan. Kalau begitu biar aku yang pesan.” Ucapnya padaku.

“Escargot 2” ucapnya pada pelayan yang berdiri disampingnya.

“Eh, apa esca..esca.. ah pokoknya yang kau sebut tadi itu sejenis es krim, kalau begitu aku yang strobery saja.” Ucapku polos yang hanya dibalas tatapan aneh darinya.

“ish, kau ini benar-benar kampungan.” Ucapnya sambil tersenyum meremehkan kearahku

“Aku bukannya kampungan, aku hanya belum pernah makan ditempat seperti ini. Lagi pula kau itu aneh, tadi bilang kau lapar kenapa malah memesan es krim. Kalau hanya makan es krim aku tau tempat yang enak dan yang pasti lebih murah dari disini.” Ucapku padanya.

Belum sempat Kyuhyun menjawab pertanyaanku, seorang pelayan mengantarkan makanan yang dipesan Kyuhyun tadi.

“Iyh ini makanan apa.” Ucapku menunjuk makanan yang terhidang dimeja.

“Kau yakin memesan ini, ini tidak terlihat seperti es krim, ini aneh, ini men..ji..jik..kan.” ucapku sepelan mungkin pada Kyuhyun.

“Kau coba saja dulu, ini enak.” Ucapnya sambil menyuapkan makanan tadi kemulutnya. Aku benar-benar mual melihat dia memakan makanan itu.

“Ini untukmu saja, aku tiba-tiba merasa kenyang.” Ucapku padanya sambil menyodorkan makanan aneh itu kehadapannya.

“Kau tidak mau mencoba?” tanyanya yang kujawab dengan gelengan kepala.

“Antar aku ketempat kerja.” Ucapku padanya begitu keluar dari restoran.

“Emmm…Tempat kerjamu di-”

KRUUYUUKK….

Suara perutku menghentikan ucapan Kyuhyun. Aish memalukan.

“Heh bunyi apa itu, perutmu? tadi kau bilang kenyang kenapa perutmu bunyi?” Tanyanya.

“eh,ne,ti-tidak itu bukan suara perutku.” Ucapku terbata-bata.

KRUUYUUKK…. KRUUYUUKK….

Aish kenapa masih bunyi..

“Cih, sudah kelaparan masih berbohong. Kau mau makan apa?” Tanya Kyuhyun.

“Ne?”

“Cepat naik, aku antar kau makan.”

“Aku mau makan disitu.” Tunjukku pada kedai dipinggir jalan.

“Kau yakin makan disana?” tanyanya yang kujawab dengan anggukan.

“Ajumma, aku pesan 1 ya.” ucapku begitu duduk dikursi.

“Ne, Min Ra`ya.” Balas ajumma.

“Kau kenal dengan bibi penjualnya?” tanyanya heran.

“Ne, hampir setiap hari aku makan disini, he..”

“Wahh,,ini pasti lezat, aku sangat lapar. Mari makan.” Ucapku tersenyum senang begitu makanan yang aku pesan datang.

Jajangmyon disini memang enak sekali, apalagi kalau aku sedang kelaparan tingkat akut seperti hari ini, bisa-bisa aku habis 2 porsi.

“Kau tidak mau?” tanyaku pada Kyuhyun yang heran melihatku makan.

“Kau tidak makan berapa hari?” tanyanya padaku.

“He..he..haunya behlum mahkan dahri tadhi paghi (hanya belum makan dari tadi pagi).” Ucapku dengan mulut penuh jajangmyon.

“ish kau ini jorok sekali.”

“Ajumma, Aku pesan satu lagi.” Ucapku yang membuat mata Kyuhyun melotot kearahku seakan-akan dia mengataiku rakus atau tidak tahu malu. Hah biar saja yang penting aku kenyang.

“Kau benar-benar gadis aneh. Apa kau tidak malu makan begitu rakus dihadapan seorang namja, apalagi namja tampan sepertiku?” tanyanya begitu aku kembali menyuapkan jajangmyon ke mulutku.

Aku menelan jajangmyon yang ada dimulutku kemudian menatapnya. “ Untuk apa aku malu, kalau aku malu aku tidak akan kenyang.” Ucapku cuek.

“Tch,,! Ya! Kau mau makan sampai kapan? Memang kau tidak jadi kerja?” WAA..Aku lupa, gawat ini sudah jam berapa, aish!! Dengan cepat aku menghabiskan jajangmyon dipiringku (kan sayang mubazir he..). GLEK! Sepertinya jajangmyon ditenggorokanku ini nyangkut begitu aku merasa ada tangan yang menyentuh ujung bibirku. Refleks aku mendongakkan wajahku dan detik itu juga aku melihat namja didepanku yg tangannya masih terjulur di wajahku menatapku dengan tersenyum. Senyumnya!, senyumnya benar-benar membahayakan jantungku. Jantungku berdetak menggila.

“Kau ini seperti anak kecil saja, makan sampai belepotan begini.” Kurasakan jari-jarinya masih mengelap lembut ujung bibirku. “Nah sudah, ayo pergi.” Ajaknya padaku.

“…….”

“Kenapa bengong. Ayo pergi.”

“……”

Merasa tidak mendapat respon dariku, Kyuhyun langsung saja menarik tanganku (hobi banget sih narik-narik tangan orang).

“YA! Sakit!! Baru beberapa detik yang lalu kau membuatku gugup karna sikap baikmu padaku, sekarang sifat aslimu keluar.” Ucapku yang membuat langkahnya terhenti dan langsung berbalik menghadapku. Karna dia berhenti tiba-tiba dan kakiku yang tetap melangkah membuat wajahku menumbur dadanya. Refleks aku mundur. Namun belum sempat aku menggerakkan badan kurasakan tangannya menahan punggungku. Dan tiba-tiba saja dia sudah memelukku erat.

“Kalau seperti ini apa yang kau rasakan?” tanyanya masih dengan memelukku.

“………”.

“Apa jantungmu berdebar keras? jantungku bahkan nyaris berhenti berdetak.” Ucapnya lagi.

“………”.

“Kau tidak mendengarku?”

“Y-Ya,, JANTUNGKU, JANTUNGKU….” Teriakku begitu kesadarnku kembali, sambil berusaha melepaskan pelukannya dan memegangi dadaku merasakan detak jantungku yang berdebar sangat cepat. Jantungku benar-benar berdetak tidak karuan karna pelukannya dan butuh waktu beberapa detik hingga aku kembali tersadar.

“Eksperesimu lucu sekali, lihat wajahmu sampai memerah begini.” Ucapnya sambil menyentuh pipiku. “Dan sepertinya kau harus belajar mengendalikan jantungmu.” Lanjutnya dengan tersenyum lebar.

“A-apa maksudmu?”. Aku benar-benar tidak mengerti apa maksud ucapannya.

“Belajarlah mengendalikan jantungmu, karna sepertinya aku akan sering-sering untuk memelukmu.” Ucapnya dengan tersenyum jahil. “Ayo kau sudah telat kerja.” Tangannya kembali menarik tanganku lagi, tapi bedanya kali ini dia menggenggam tanganku dengan lembut.

********************

“Min Ra`ya..” anak ini pagi-pagi tampangnya sudah kusut begitu.

“We? Kau kehilangan setrika Hyuri`ya? Wajahmu kusut sekali” tanyaku yang dibalasnya dengan jitakan dikepalaku.

“Aish, sakit”. Aku mengelus-elus kepalaku yang dijitaknya.

“Aku lupa belajar untuk ulangan hari ini. Aish ini semua gara-gara Hyuk oppa mengajakku kencan sampai aku lupa kalau hari ini ulangan.”

“Tidak usah cemas. Tidak akan ada ulangan hari ini.” Ucapku sambil tersenyum.

“Benarkah? Kau yakin.” Tanya Hyuri ragu.

“Emm, lihat saja nanti.” Ucapku sambil membayangkan Lee saem yang aku kerjai hari ini, Hi..Hi..

“Selamat pagi anak-anak. Hari ini Lee songsaengnim tidak bisa hadir. Jadi hari ini jam pelajarannya diganti dengan olahraga, jadi kalian olahraganya sampai waktu istirahat.“ ucap Kang saem.

“YE…” sorak sorai menggema didalam kelas karna hari ini terbebas dari ujian.

“DRIBBLE BOLANYA YANG BENAR!!.” Teriak Kang Songsaengnim dari pinggir lapangan. Huh, kenapa harus basket sih. Aku benar-benar tidak bisa bermain basket. Jangankan untuk men-shoot bola, men-dribble-nya saja aku tidak bisa.

“AYO OPER BOLANYA MIN RA`YA!, JANGAN HANYA KAU PEGANG SAJA.” Jerit Kang Songsaengnim.

Ish Kang Saem ini cerewet sekali. Karna kesal aku lempar asal saja bolanya.

BUUGGHH!!!!!!!

AAAWWWWWWW!!!!!!!!!

“SONG MIN RAAAAA……..” Jeritan Kang Songsaengnim membahana dilapangan.

Mampus aku!!!

“Songsonghamnida Kang Songsaengnim, aku benar-benar tidak sengaja.” Ucapku sambil perlahan menjauh.

“MAU KEMANA KAU HAH!!! JANGAN LARI…”

“YAAA…AMPUN SAEM AKU TIDAK SENGAJA..” teriakku sambil berlari menjauhi Kang Songsaengnim.

“Hagh…Hagh…aku harus lari kemana” tanyaku pada diri sendiri karna tidak tahu harus berlari kemana.

Ketika melewati koridor sekolah yang sepi, tiba-tiba ada yang menarik tanganku dan membekap mulutku. “Emmmpphhh…”

Tak lama terdengar suara langkah orang berlari mendekat kearah sini.

“Sssstttttt…”

“Kemana larinya anak itu.” Kudengar suara Kang Songsaengnim yang semakin mendekat. Dengan sigap orang yang menolongku ini menarikku untuk bersembunyi dibelakang semak-semak yang tumbuh dipinggir koridor.

TRAP..TRAP..

TRAP..TRAP..

Suara langkah kaki itu semakin menjauh, hingga akhirnya perlahan-lahan menghilang.

“Emmmpphhh…” ucapku berusaha melepas bekapan tangannya dimulutku.

Dengan segera orang itu melepaskan tangannya. Ah..akhirnya aku bisa bernafas lega.

“Terim-, Kyuhyun!” aku kaget sekali ternyata orang yang menolongku adalah Kyuhyun.

“Masalah apa lagi yang kau buat sampai-sampai Kang Songsaengnim mengejarmu?” tanyanya.

“Eh, bukan masalah besar. Aku hanya tidak sengaja melempar bola basket hingga mencium wajahnya.” Ujarku tersenyum sambil mengingat kejadian tadi.

“Dasar kau ini. Hampir setiap hari kau membuat masalah. Aku heran kenapa aku bisa menyukai gadis sepertimu.” DEG!! Kenapa aku jadi berdebar-debar begini setelah mendengar ucapannya barusan.

Ya! Jangan bercanda.” Aku berusaha berbicara senormal mungkin.

“Aku tidak bercanda. Mana mungkin aku memintamu menjadi pacarku kalau aku tidak menyukaimu.” Bisa kurasakan wajahku memanas mendengar ucapannya.

“Ta-tapi kitakan tidak pacaran” Ucapku lagi.

“Tch, kau tidak ingat dengan kejadian didepan toilet beberapa hari yang lalu? Apa perlu aku ingatkan sekarang?” ucapnya sambil mendekatkan wajahnya.

”Y-Ya..aku ingat!” ucapku cepat. Pasti wajahku benar-benar seperti tomat busuk.

”Ish..Dasar gadis bodoh!” ucapnya sambil menoyor kepalaku. “Aish sudahlah. Percuma berbicara dengan gadis bodoh sepertimu. Dengarkan ucapanku ini karna mungkin hanya 1 kali ini aku akan mengucapkannya. Mulai sekarang belajarlah menatapku, hanya menatapku. Karna akan kupastikan hari ini, esok, dan hari-hari selanjutnya aku hanya akan menatapmu. Belajarlah untuk mencintaiku sedikit demi sedikit karna akupun akan melakukan hal yang sama. Aku akan mencintaimu sedikit demi sedikit, karna dengan begitu aku masih mempunyai banyak cinta untuk kuberikan padamu dihari-hari selanjutnya.” ucapannya terhenti tepat saat aku merasakan bibirnya melumat lembut bibirku. ”Kenapa kau tidak membalas ciumanku” tanyanya disela-sela ciumannya. Tanpa pikir panjang aku membalas ciumannya.

”Kau tahu itu ciuman keduaku.” ucapku begitu dia melepaskan ciumannya.

”Memang ciumanmu yang pertama kapan?” tanyanya.

”Aishh,,sudahlah tidak usah dibahas.” ucapku ketus. Dia tersenyum jahil.

”Itu juga ciuman keduaku.” ucapnya sambil mencium bibirku (lagi). ”Dan ini yang ketiga.” ucapnya sambil tertawa, sedangkan aku hanya diam berusaha mengembalikan kesadaranku sepenuhnya.

”Apa perlu kucium lagi agar kau sadar” ucapnya lagi.

”MWO…” jeritku.

”Ha,,ha,,wajahmu lucu sekali. Ya sudah aku pergi dulu.” ucapnya yang kubalas anggukan. Kupandangi punggung Kyuhyun hingga menghilang di tikungan koridor.

Kupegang dadaku yang berdetak keras. Kenapa setiap berada didekatnya aku tidak bisa mengendalikan degub jantungku. Apa jantungku rusak?.

********************

Aku berjalan gontai keluar gerbang sekolah. Selain jantungku sepertinya otakku juga ikut rusak, kenapa dari tadi aku terus memikirkan namja menyebalkan itu. “AGHHHH…” jeritku sambil mengacak rambutku gusar.

BRUMM..!!BRUM…!!BRUM..!!

Jangan bilang kalau itu suara motor Kyuhyun! Aku tidak mau bertemu dengannya, aku terlalu malu untuk bertemu dengannya.

Aish ternyata benar itu Kyuhyun. Dia berhenti tepat disebelahku.

“Kau kenapa berteriak dan mengacak-acak rambutmu seperti orang gila he?” tanyanya masih diatas motor.

“Bukan urusanmu.” Ucapku ketus. Aku yakin dia pasti mengajakku untuk pulang bersama.

“Ya sudah kalau bukan urusanku.” Ucapnya santai sambil memandangiku.

Hening……..

1 menit…

2 menit…

Kenapa dia diam saja? Apa maksudnya berhenti disampingku hanya untuk memandangiku tapi tidak mengajakku naik kemotornya?

“Kenapa kau terus memandangiku?” aku sudah tidak tahan dipandangi terus olehnya.

“Cantik.” Hanya satu kata itu yang keluar dari mulutnya, tapi sukses membuatku salah tingkah.

“Ma-maksudmu?” aku memberanikan diri bertanya.

“Cantik. Lihat bunga yang dibelakangmu itu cantik kan.”

“MWO, bu-bunga.” Dasar namja menyebalkan, kukira aku yang dibilangnya cantik. Aish baboya min ra, kenapa kau bisa berfikir kalo ucapannya tadi untukmu.

“Kenapa kau kaget begitu, apa kau mengira aku mengucapkan kata itu untukmu.” Ucapnya dengan senyum jahil. Rasanya aku membutuhkan plastik untuk menyembunyikan wajahku yang memerah ini karna malu.

“Tidak.”ucapku sambil mengalihkan wajahku, aku tidak mau dia melihat wajahku yang memerah karna menahan malu.

“Kau kenapa tidak pulang, betah sekali berdiri dipinggir jalan seperti ini. Apa kau mengharapkan aku mengajakmu pulang bersama makanya kau tidak beranjak dari sini?” godanya lagi padaku.

Dasar mahluk menyebalkan, demi kecoa tetanggaku yang sedang hamil(?) aku benar-benar ingin mengirimnya keluar angkasa.

Dengan menahan malu yang sangat besar aku berjalan dengan langkah besar-besar meninggalkannya. ”Dasar telur kodok, cicak belang, ayam hutan, singa botak, bebek bunting eh, bebek bunting g ya? Kalo g bunting ya dibunting-buntingin aja deh, pokoknya demi semua binatang tadi dia benar-benar menyebalkan” rutukku disepanjang jalan.

TIN..TIN..

Mau apa lagi dia, apa tidak cukup membuatku malu tadi. ‘Pura-pura saja tidak dengar Min Ra`ya, lanjutkan saja langkahmu sebentar lagi kau sampai dihalte bis.’ Batinku berkumandang.

“Ayo kuantar, ini sudah sore. Lagi pula cuacanya mendung, sepertinya akan hujan. Maaf tadi aku hanya bercanda. Habis aku sebal padamu, aku sengaja menunggumu untuk pulang bersama, tapi saat aku mendekatimu kau malah bersikap ketus dan mendiamkanku.” Ucapnya sambil memberikan helm kepadaku.

BINGGO..benarkan tadi dia mau mengajakku pulang bersama. Tapi aku sudah terlanjur sebal dengan sikapnya tadi. ”Tidak, aku naik bis saja.” Ujarku sambil berlalu darinya.

“Ayolah naik, aku kan sudah minta maaf padamu.” Ucapnya sambil menyamakan langkahku dengan motornya.

”Tidak.” kataku lagi

”Baik, kalau dengan cara baik-baik kau tidak mau terpaksa aku melakukan dengan caraku.” ucapnya sambil turun dari atas motornya.

”Y-ya apa yang mau kau lakukan hah! Awas kalau kau berani macam-macam aku akan berteriak sekuat mungkin.” aku benar-benar merasakan firasat buruk.

Tiba-tiba saja dia sudah berada dihadapanku, wajahnya semakin mendekat kearahku.

”M-mau apa kau?!” ucapku terbata-bata. Dan saat wajahnya sudah benar-benar dekat tiba-tiba saja dia menjauhkan lagi wajahnya dariku.

“Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya ingin tahu apa kau tetap bisa pulang kalau dompetmu saja ada padaku.” Ucapnya sambil mengacungkan dompet biruku dan menaruhnya disaju bajunya.

“Kembalikan dompetku.” Kulihat dia sudah kembali duduk diatas motor sportnya.

“Kau hanya punya dua pilihan, berjalan kaki sampai kerumahmu atau “ dia menepuk-nepuk jok belakang motornya.

Aish, aku benar-benar tidak mau pulang bersamanya. Tapi kalau aku jalan kaki bisa sampai malam aku baru sampai rumah. Akhirnya aku naik juga diatas motornya.

”Kan sudah kubilang kalau naik motor kau harus memegangku dengan erat.” ucapnya sambil menarik tanganku dan mengalungkannya dipinggangnya otomatis saja tubuhku merapat ketubuhnya, bisa kucium aroma tubuhnya yang memenuhi rongga hidungku. Kenapa aroma tubuhnya membuatku ingin menghirupnya terus menerus. Dan lagi punggungnya benar-benar nyaman untuk ku jadikan sandaran kepalaku. ’Oh tidak! aku ini kenapa? Sadarlah Min Ra’ jerit batinku.

”Apa punggungku sangat nyaman?” terdengar suara yang mengembalikanku kealam sadarku. Astaga rupanya aku sudah sampai didepan rumahku. Dan OMMO!! Aku baru sadar kalau tanganku masih mengalung indah dipinggangnya dan kepalaku menyandar dipunggungnya. Aish memalukan.

Aku segera turun dari motornya dan mengembalikan helm miliknya.

”Kau simpan saja helmnya. Besok jam 7 pagi kau harus sudah siap.”

”Hahh, jam 7 pagi? Siap?” aku bingung dengan ucapannya.

”Mulai besok kita pergi sekolah bersama.”

”Ki-kita?????”

”Emm..mulai besok kau pergi kesekolah bersamaku.” ucapnya lagi.

”Hei, kemari sebentar” panggilnya begitu aku membalikkan tubuhku sambil menggoyangkan telunjuknya kearahku agar aku mendekat kearahnya.

”We?” ucapku begitu sudah dihadapannya.

Tidak sampai satu detik kemudian tubuhku membeku. Aku tidak bisa berkata apa-apa, bahkan saat Kyuhyun pamit pulang pun aku tetap membatu ditempatku dengan tangan menyentuh pipiku. Kyuhyun mencium pipiku. Aku benar-benar tidak bisa mengendalikan tubuhku saat Kyuhyun ada didekatku, bahkan sebuah ciuman dipipipun dapat membuat tubuhku membatu. Sedahsyat itukah pengaruh sentuhan Kyuhyun pada tubuhku.

Saat aku baru masuk ke kamarku, tiba-tiba hp ku berbunyi tanda ada telepon masuk.

Aku menyerngitkan dahiku, dilayar ponselku tertera nama MyKyu_Min. ’Sepertinya aku tidak pernah menyimpan nomor seseorang dengan nama seperti ini’ batinku.

”Yeoboseyo” ucapku.

”Ini aku Kyuhyun, besok kujemput kau jam 7 pagi jangan telat.. Dan emm,,,selamat istirahat jagi..” klik. Teleponnya langsung diputus. Sementara aku, aku hanya diam setelah mendengar ucapannya di telephon tadi. Kyuhyun apa kau benar-benar ingin membuatku masuk rumah sakit karna jantungan.

OMG…inikah rasanya cinta??????

Fin..

Iklan

5 thoughts on “Inikah Rasanya Cinta??

  1. Ranhyeon Wulan berkata:

    SO SWEEEEEET!!! Ciuman pertama, ciuman kedua, ciuman ketiga! Mau dong dicium kyuhyuuuuuun….
    Aku minta sequelnya pleaseeeee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s