Mwo!!!!Double Date??

 

Minra POV

Aku masih berdiam ditempat tidur, memikirkan apa benar hari ini kyuhyun akan menjemputku seperti ucapannya kemarin. Kalau benar dia menjemputku, apa hari ini aku harus terlihat sedikit lebih…cantik??

Apa lagi saat ingat dia memanggilku jagiya tadi malam. Ugh memikirkannya saja sudah membuat wajahku memerah.

TOK..TOK..TOK…

Aish siapa sih pagi-pagi sudah mengganggu hayalanku??

“Minra`ya,,, kau tidak mau kesekolah??? Lihat ini sudah jam berapa??” aish Omma, inikan masih pagi, mungkin masih jam…MWOYA…sekarang sudah jam 7 kurang 15 menit.

“OMMA..kenapa tidak mengetuk pintu setengah jam yang lalu” ucapku sambil berlari kekamar mandi. Aish aku bisa telat ini.

Tidak sampai 10 menit aku sudah keluar dari kamar. Dan omma yang kebetulan berada di depan kamarku hanya dapat melongo melihat penampilanku. Rambut belum tersisir rapih, baju yang masih acak-acakan dan dasi yang bertengger dimulut.

“Yak kau ini rapihlah sedikit.” Omel omma. “Minra`ya,, diruang tamu….”

“Aku sudah telat Omma. Begini juga tidak burukkan??” ucapku memotong perkataan Omma sambil meninggalkannya dan melangkahkan kakiku menuju pintu depan untuk mencari sepatuku.

“Omma..sepatuku dima..” ucapanku terhenti begitu melihat seorang namja tengah duduk nyaman diruang tamuku. Cho Kyuhyun.

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku, berharap penglihatanku salah. Namun namja didepanku ini tetap diam ditempatnya sambil menatapku.

Kuperhatikan sejenak penampilannya. Rapih. Itu kesan pertamaku melihatnya. Kemeja sekolahnya ia masukkan kedalam celananya. Dasi tergantung rapih dilehernya. Rambutnya yang terkesan berantakan namun justru membuatnya terlihat menawan. Aish namja ini, kenapa ia selalu terlihat tampan??

Tapi, sepertinya aku baru menyadari sesuatu. Omma, kenapa tidak bilang dia ada disini. Oh Bukan. Tapi sejak kapan dia dirumahku?? Apa dia mendengar saat omma mengomeliku. Atau….ASTAGA aku baru ingat kalau penampilanku saat ini kacau balau.

Ingin sekali aku berlari kembali kekamar dan merapihkan diriku, yah walaupun tidak seindah hayalanku pagi tadi, tapi setidaknya lebih baik dari saat ini. Namun kakiku ini sulit sekali untuk digerakkan. Bahkan untuk mengalihkan tatapanku pun suliit untuk kulakukan. Omma tolonglah anakmu ini, bawa atau seret aku dari hadapan namja ini.

Tapi sepertinya itu tidak akan menjadi kenyataan, karna saat ini Kyuhyun tengah berjalan mendekat kearahku. Membuat jarak diantara kami semakin menipis. Membuatku dapat menghirup aroma tubuhnya. Aku benar-benar suka saat aroma tubuhnya memenuhi seluruh rongga paru-paruku. Dan aku semakin tidak bisa berbuat apa-apa saat tangannya dengan lembut merapihkan rambutku yang terlihat berantakan.

“ Kau ini seorang gadis. Kenapa penampilanmu lebih buruk dariku. Apa tadi kau terlambat bangun? Atau semalam kau tidak bisa tidur? Ah, jangan-jangan kau memang tidak bisa tidur semalam. Kau memikirkanku terus semalaman?” ucapnya sambil tetap merapihkan anak-anak rambutku. Astaga Tuhan, kenapa pagi-pagi begini sudah membuat jantungku berolah raga.

“Cih, rupanya tingkat PD mu itu sudah tahap akut. Cepat-cepatlah kau berobat. Kalau tidak penyakitmu itu akan sangat berbahaya.” Aish kenapa yang keluar malah ucapan seperti ini. Dasar mulut tidak berguna(?) kenapa bukan kata-kata manis yang keluar.

“Penyakitku kambuh hanya saat didekatmu. Seperti ini. Saat melihat wajahmu bersemu merah. Saat menatap matamu yang indah. Dan saat mendengar jantungmu berdebar kencang saat bersamaku.” Ucapnya sambil menatapku dan mengelus lembut pipiku.

Ghost..apa yang dia ucapkan barusan. Tidak tahukah dia karna ucapannya itu aku yakin wajahku saat ini benar-benar merah. Dan apa lagi ini. Tidakkah cukup hanya dengan ucapannya saja yang membuat jantungku berdetak cepat, kenapa sentuhannya juga begitu lembut dan membuat dadaku berdesir. Aish kumohon Cho Kyuhyun hentikan sentuhanmu atau kau ingin melihatku tergeletak pingsan dihadapanmu saat ini.

“Ehm..Ehm..” aku dan Kyuhyun menoleh keasal suara. Dan aku melihat Omma tengah menatap kami sambil tersenyum. Ah terima kasih omma, setidaknya kau menyelamatkan jantungku pagi ini.

“Kalian tidak berangkat sekolah? Ini sudah jam 7.” Ucap omma sambil menunjuk jam dinding dibelakangku.

“KYA!!,,,,,,,Omma sepatuku dimana?” tanyaku.

“Itu” ucap omma sambil menunjuk rak di belakang pintu.

Dengan cepat aku mengambil sepatuku dan memakainya. Ah, selesai juga.

“Omma aku berangkat.” Ucapku pada omma disusul Kyuhyun.

“Ya Minra`ya, kau kesekolah tidak membawa tas?” omma menyusulku yang sudah berdiri disamping motor Kyuhyun dengan membawa tas sekolahku.

“Astaga aku lupa.” Ucapku menepuk dahiku dan berlari menuju omma.

“Kau ini masih muda tapi seperti orang tua. Pikun.” Aku bisa dengar ucapan Kyuhyun meskipun berbisik pelan.

“MWO!! Kau bilang apa?” teriakku padanya begitu kulihat omma sudah menghilang dibalik pintu. Berani dia mengatakannya sekali lagi awas saja.

“Aku bilang Kau ini masih muda tapi seperti orang tua. P.I.K.U.N.!!” ulang Kyuhyun yang membuat aku benar-benar ingin berteriak dikupingnya.

“YAK!!!! Berani kau mengataiku empp..emmpp…”

“Kalau tidak seperti ini, kau akan terus mengoceh. Kau tidak sadar kita sudah hampir terlambat.” Ucapnya.

Kyaa…apa yang dia lakukan. Kenapa menyumpal dengan bibirnya. Tidak bisakah ia menggunakan cara yang lain. Dengan tangan misalnya.

“Berani membantah lagi, kau akan merasakan lebih dari yang tadi. ” ucap Kyuhyun saat melihatku hendak protes karna tindakannya tadi.

Langsung kukatupkan kedua bibirku rapat-rapat begitu mendengar ucapannya. Aku tidak mau kejadian barusan terulang lagi. Tidak tahukah dia hingga saat ini aku tengah berusaha keras menenangkan debaran jantungku karna ulahnya tadi. Dan dia dengan santainya bilang kalau aku protes, dia akan melakukan hal yang lebih dari tadi. Astaga..sepertinya dia benar-benar ingin membunuhku.

“Cepat naik.” Suaranya menyadarkanku. Dan dengan segera aku naik keatas motornya.

“Pegangan yang erat padaku. Tidak perlu kuajari lagikanbagaimana caranya berpegangan padaku.” Ucapnya saat aku hanya memegang ujung jaketnya.

Ais cerewet sekali sih. Dengan segera aku mengalungkan tanganku dipinggangnya. Dan dengan cepat pula ia melajukan motornya menuju kesekolah.

******

“Pulang nanti tunggu aku.” Ucapnya begitu kami sampai diparkiran sekolah.

“Emm.” Hanya gumaman yang keluar dari mulutku. Karna aku sibuk merapihkan pakaianku yang terlihat berantakan. Kulirik ia sekilas, ternyata ia tengah menatapku sambil menyender pada motor besarnya. Tangannya ia masukkan kedalam saku celananya. Aigoo..tidak tahukah dia dengan posisinya seperti itu membuat ketampanannya meningkat tajam.

“Ayo kuantar kekelas.” Ucapnya begitu melihatku telah selesai merapihkan pakaianku.

Aku berjalan mendahuluinya, namun sesaat kemudian ia menarik tanganku hingga aku berjalan sejajar disampingnya, dan ia menautkan jari-jari tangannya ke sela-sela jari tanganku. Membuat tangannya yang besar dan hangat menggenggam erat tanganku.

“Jangan berjalan didepanku karna kau bukan pemimpinku, apalagi berjalan dibelakangku karna kau bukan bawahanku. Berjalanlah disampingku sejajar denganku karna kau kekasihku.” Ia mengucapkannya tanpa memandangku, matanya lurus memandang kedepan. Sedangkan aku, aku hanya bisa menatapnya takjub karna ucapnya barusan. Benarkah yang berbicara ini Cho Kyuhyun. Dia sedang tidak sakitkan? Atau dia salah makan sesuatu pagi ini?

“Aku tidak sedang sakit dan tidak salah makan pagi ini. “ ucapnya membuatku membulatkan mata dan menatapnya heran. Hey dia tahu pikiranku. Apa dia bisa membaca pikiran??

“Kau bisa membaca pikiran?” ucapku penasaran.

“Tak perlu keahlian khusus untuk tahu apa isi kepalamu ini. Kau itu mudah ditebak.” Ucapnya sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pelan dikepalaku.

“Kau tahu, sepertinya hari ini kau menjadi pusat perhatian.” Ucapnya sambil menggedikkan dagunya kedepan.

Aku yang tidak menyadarinya langsung mengedarkan pandanganku kesekeliling. Astaga berpuluh-puluh pasang mata kini tengah menatap kearah kami. Oh bukan, maksudku kearah tangan ku dan tangan Kyuhyun yang bertautan erat. Sadar akan tatapan murid-murid yang mengarah ke tangan kami, aku berusaha melepaskan tanganku yang digenggam oleh Kyuhyun. tapi bukannya melepaskan, Kyunyun malah semakin erat menggenggam tanganku.

“Biarkan begini.” Ucapnya pelan namun penuh penegasan.

“Ta-tapi -” aku menghentikan ucapanku saat jemarinya semakin erat menggenggam tanganku.

Oh baiklah, sepertinya aku harus mempersiapkan diriku setelah ini.

Aku menyusuri koridor sekolah dengan diiringi tatapan puluhan pasang mata yang sepertinya ingin sekali menerkamku jika saja Kyuhyun tidak berjalan disampingku.

“Kau masuklah.” Ucapnya begitu tiba didepan kelasku. “Dan ingat pesanku diparkiran      tadi.” Sambungnya lalu melangkah menuju kelasnya.

Aku hanya mengangguk pelan dan melangkah menuju bangkuku.

Belum juga aku duduk dikursiku, teman-teman sekelasku sudah menggerubungiku dan menghujaniku dengan banyak pertanyaan. Suara mereka seperti ribuan lebah yang sedang unjuk rasa(?). Membuat kepalaku pusing dan rasanya mau meledak saja.

“YAK!!! Bisakah kalian diam dan kembali ke tempat duduk masing-masing!!! Ini sudah bel masuk, dan sebentar lagi Lee songsaengnim akan datang.” Mendengar teriakanku yang melengking membuat mereka semua langsung terdiam dan kembali ketempat duduk masing – masing.

Ah syukurlah, setidaknya aku bisa tenang walau sesaat.

TENG…TENG…

Ah bel istirahat akhirnya berbunyi juga. Aku sudah sangat kelaparan.

“Minra`ya ayo ke kantin, aku lapar.” Ajak Hyuri.

“Ayo,, aku juga sudah kelaparan.” Aku menarik tangannya menuju kekantin.

“Tumben sekali kau tidak bersama monyet piara- YAAK!!! Kenapa memukul kepalaku hah!!” aku mengusap-usap kepalaku.

“Jangan pernah mengatai Kie oppa-ku monyet..” ancam Hyuri.

Ish aku bergidik mendengar Hyuri mengucapkan Kie oppa-ku. OMG..Tidak adakah panggilan yang lebih waras.

“Jaggy,,,kenapa kau mengataiku monyet.” Ucap sebuah suara yang sudah tidak asing lagi ditelingaku. Siapa lagi kalau bukan Lee hyukjae, atau lebih sering disebut Eunhyuk. Pacar seorang Kim Hyuri.

“Oppa,,, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku tadi sedang memarahi Minra karna dia mau mengatai oppaku yang tampan ini seperti mo-“

“Ya..jangan katakana itu.” Ucap Hyukjae merajuk.

“Ah, maafkan aku oppa,,” Hyuri mengeluarkan puppy eyes andalannya, yang menurutku membuatnya terlihat seperti anak kucing yang memelas kelaparan minta makan. Hahah…apa aku keterlaluan. Kurasa tidak. Siapa suruh dia mengeluarkan tampang seperti itu dihadapanku, yang membuat aku ingin muntah melihatnya.

“Ya!! Adakah dari kalian berdua yang berniat untuk menghentikan adegan menjijikkan ini.” Ucapku pada kedua orang dihadapanku ini. Melihat tingkah mereka membuatku seperti sedang menyaksikan drama-drama ditelevisi.

“Ya..bilang saja kau irikan? Makanya cari pacar..!!” ucap Eunhyuk. “Tapi, sepertinya akan sulit mencari pacar untuk gadis galak sepertimu.” Lanjutnya.

“Bicara apa kau? Benar-benar cari mati kau ya..” aku mendelik padanya.

“Oppa..kau tidak tahu berita yang sedang santer di sekolah pagi tadi?” Tanya Hyuri.

“Eh? Apa?”

“Tadi pagi Minra datang bersama Kyuhyun sunbae, dan mereka terlihat sangat mes- AWww.. ya..kenapa kau menginjak kakiku hah!!” Hyuri tampak kesal karna aku menginjak kakinya.

“Jagi..yang mana yang sakit.” Kulihat Hyukjae tengah menunduk dan mengelus ujung kaki Hyeri yang ku injak tadi.

“Yak,, kalian mau ke kantin tidak. Aku sudah lapar.” Aku meninggalkan mereka berdua dan melangkah menuju kantin. Mereka pikir dengan aku menyaksikan kemesraan mereka dapat membuatku kenyang.

Begitu sampai dikantin, mataku langsung disuguhi tatapan tajam dari hampir seluruh gadis-gadis yang ada dikantin ini. Seolah tak peduli, aku tetap melangkah dan memesan makanan yang kuinginkan.

Aku mendesah pelan saat melihat seluruh meja telah penuh diisi murid-murid. Kulihat dibelakangku Hyuri dan Hyukjae pun bingung mau duduk dimana.

“Ra`ya.” Merasa tidak asing dengan suara dan cara panggilan itu, aku menolehkan kepalaku dan mendapati Kyuhyun yang tengah melangkah mendekat. Yah, kuakui hanya dia yang memanggilku dengan sebutan itu.

Diambilnya mangkuk nasiku dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya menarik tanganku untuk mengikutinya. Dia membawaku kemeja ujung yang terlihat kosong, padahal sebelumnya kulihat meja ini tadi penuh dengan siswa-siswa lain yang juga sedang makan.

“Duduklah.” Ucapnya pelan sambil meletakkan mangkuk nasiku diatas meja. Aku menuruti ucapannya. Sesaat aku merasa seperti melupakan sesuatu, aku mencoba mengingat-ingat dan mengedarkan pandanganku. Astaga.. aku melupakan pasangan aneh itu. Hyuri dan hyukjae masih diam mematung di tempat tadi. Mata mereka menatapku namun mereka tetap diam ditempat tak bergerak.

Kulangkahkan kaki mendekati mereka dan menarik mereka berdua hingga duduk di meja yang sama denganku.

Kulihat mereka berdua menatapku dan Kyuhyun bergantian.

“Ya.. apa yang kalian lihat dari tadi.” Ucapku membuat mereka berdua sedikit terlonjak kaget.

“Kau dan Kyuhyun..benar?” Tanya Hyukjae tak jelas.

“Kau itu bicara apa, aku tidak mengerti?” ucapku.

“Minra`ya, maksud Kie oppa, apa benar kalian berdua-” Hyuri menggantungkan ucapannya. Dan menautkan kedua ujung telunjuknya.

“Apa kami berdua terlihat seperti sepasang kekasih?” Kyuhyun ikut bicara. Dan ia melingkarkan tangannya dipundakku dan menarikku mendekat kearanya sehingga membuat tubuhku menempel ditubuhnya. Membuatnya terlihat seperti sedang memelukku.

“Lepas..apa yang kau lakukan bodoh?” aku mencoba melepaskan tangannya dari pundakku.

“Ah, ternyata benar.” Ucap Hyukjae lalu tertawa.

“Kyuhyun`ah, apa kau betah berpacaran dengan gadis galak seperti dia.” Tunjuk Hyukjae padaku.

“MWO..Yak.. apa maksudmu hah bicara seperti itu.” Ucapku marah.

“Hyuk`ah, Ra`ya ku tidak seperti itu. Ia akan terlihat galak hanya pada orang lain saja, sedang saat bersamaku dia akan terlihat sangat manis.” Ucap Kyuhyun sambil mengacak rambutku lembut. Mendengar ucapannya dan cara memanggilku dengan Ra`ya ku membuat semburat merah muncul dipipiku. Aku menundukkan wajahku berharap tidak ada yang melihat perubahan rona merah diwajahku ini.

“Wah, kau benar Kyu, lihat bahkan wajah Minra berubah menjadi merah.” Ledek Hyukjae dan juga Hyuri bersamaan.

“Aish,, sudahlah, jangan mengejekku terus. Aku lapar.” Ucapku sambil memakan makanan yang kupesan tadi, sekaligus mengalihkan mereka untuk tidak mengejekku.

Bisa kudengar tawa Hyukjae dan Kyuri yang menertawakan tingkahku yang salah tingkah ini.

***

Author P.O.V

Kyuhyun kini tengah menatap gadis disampingnya. Ia memperhatikan gadisnya lekat-lekat. Ia telusuri setiap bagian wajah gadisnya. Ia ingin mencari tahu apa yang membuatnya mencintai gadis disampingnya ini. Apa karna matanya yang hitam dan bulat? Hidungnya yang mancung? Atau bibir merah mudanya? Ah, sepertinya bukan. Bukan itu alasannya mencintai gadis ini. Entahlah, ia sendiri bingung untuk mengungkapkan mengapa ia bisa mencintai gadis ini. Gadis yang terkesan galak diluar namun lembut didalam. Gadis yang bahkan tidak merasa malu menunjukkan sikap yang apa adanya dihadapannya. Satu-satunya gadis yang benar-benar ia inginkan untuk menemani hari-harinya.

Hyukjae yang melihat Kyuhyun tengah menatap Minra hanya bisa tersenyum. Ia bisa melihat betapa Kyuhyun mencintai Minra lewat caranya menatap gadis disampingnya itu.

Sama sepertinya yang juga mencintai gadis yang ada disampingnya. Kim Hyuri.

“Kyu..minggu besok apa kau ada acara?” Tanya Hyukjae pada Kyuhyun yang masih asik memperhatikan Minra makan.

“Ehm..Aku dan Minra belum punya rencana hari itu. Kenapa?” Kyuhyun memalingkan tatapannya menatap Hyukjae.

“Mwo, memang sejak kapan aku mempunyai rencana denganmu?” Ucap Minra memotong pembicaraan Kyuhyun dan Hyukjae.

“Sejak kau menjadi kekasihku dan aku menjadi kekasihmu.” Ucap Kyuhyun santai.

“Tch…”

“Aish sudahlah kenapa jadi bertengkar. Bagaimana kalau minggu besok kita adakan Double Date?” ucap Hyukjae santai disertai anggukan Hyuri.

“MWO!!!..Double date???” Jerit Kyuhyun dan Minra bersamaan.

Iklan

4 thoughts on “Mwo!!!!Double Date??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s