Truth Or Dare

“ Truth or dare???”
Aku memandang heran kearah Kyuhyun. Dia ini kenapa sih ga ada ujan ga ada angin tiba-tiba berkata seperti itu.
“ Kamu denger ga sih?” Kyuhyun kembali bertanya.
“ Iya aku denger. Jadi maksud kamu apa ngajak aku main truth or dare?” tanyaku.
“ Aku perlu jawaban, bukan pertanyaan” tangannya kini menarikku untuk duduk berhadapan dengannya.
“ Kalo gitu aku ga milih dua-duanya.” Jawabku.
“ YA! Ga bisa gitu dong. Pokoknya kamu harus jawab.” Kyuhyun menatap mataku dalam. Mencoba untuk mengintimidasi. Sedikit senyum muncul diujung bibirnya. Ugh, aku paham deh kalo senyumnya udah kaya gini.

“ Aku ga mau jawab.” Aku mencoba bangkit dan menjauh darinya. Bukannya menggerser untuk menjauh, kyuhyun kini malah semakin mendekatkan tubuhnya padaku. Kedua tanganku kini ada di bawah kendalinya.
“ Jawab atau..” kyuhyun sengaja memutuskan ucapannya, dia semakin menarik wajahnya mendekat.
“ Ya!! Apa-apaan kamu hah!! Aku terkejut dan reflex menjauhkan wajahku.
“ Truth or Dare??”
“ Ish, aku yakin pasti ada maksud terselubung. Iya kan. Ngaku aja kamu.” Seolah mendapat keberanian entah dari mana, aku menatap balik matanya.
“ Ga ada. Beneran.” Aku mendengus pelan. Dia kira aku percaya dengan ucapannya.
“ Truth or Dare. Jawab atau..” Kyuhyun kembali mendekatkan wajahnya hingga ujung hidung kami hampir bersentuhan.
“ A-Atau apa??”
“ Atau…kisseuuu..” Kyuhyun sengaja menaik-turunkan nada suaranya. Dia benar-benar bahagia melihat aku semakin terdesak.
“ Ish,, mana boleh begitu.” Mendadak kurasakan wajahku memerah. Aish bocah ini benar-benar keterlaluan.
“ E-oh, lihat wajahmu saja memerah begitu. Ayo cepat jawab. Atau kamu benar-benar mau aku ngelakuin apa yang aku ucapin tadi. Ah, atau kamu tetep pengen kita diposisi kaya gini terus.” Kyuhyun semakin menggodaku. Dan aku seolah baru diingatkan kalo memang posisi kami benar-benar ada di zona bahaya, terutama untuk aku. Dengan wajah Kyuhyun yang sangat dekat aku yakin kalau dia menggerakkan sedikit aja wajahnya maka kami…
“ Aaaa,,,,oke,,oke,, aku jawab. Tapi plis, menjauh dulu.” Aku bener-bener ga bisa bayangin kalo yang ada dipikiran aku sampe kejadian.
Kyuhyun perlahan menjauhkan sedikit –benar-benar sedikit- wajahnya dari hadapanku.
“ Oke. Truth or Dare.”
Aku berpikir sebentar. Kalau milih Truth pasti dia bertanya yang aneh-aneh, tapi kalo aku pilih dare itu bakalan lebih bahaya lagi. Ah, kenapa juga dia harus maksa aku buat jawab.
“ Ayo cepet jawab.”
“ Iya..iya.. aku, oh, oke aku pilih Truth.” Aku menjawab cepat, dan lansung di jawab protes oleh Kyuhyun.
“ Ga bisa!. Kamu harus pilih dare.”
“ YA!!! Ga mau, aku ga bakalan mau milih dare. Aku tau kamu pasti nyuruh aku yang aneh-aneh. Iya kan.”
“ Ish,, pokoknya aku anggap kamu milih dare.”
“ YA! Mana boleh begitu. Aku kan milih truth.”
“ Pilih dare ga. Atau kamu aku cium.”
Kyuhyun mendekatkan wajahnya lagi. Kali ini bener-bener deket. Hidung kami bahkan sudah saling menempel.
“ Ga mau.” Aku tetep bersikukuh dan menjauhkan wajah kami sejauh mungkin.
“ Oke kalau gitu.” Selesai Kyuhyun berucap bibirnya sudah menempel sempurna di bibirku.
“ Yaa..empphh..” aku ga bisa berucap. Bibirku dikunci sempurna oleh bibirnya. Lama ia memainkan bibirku, sampai akhirnya aku menginjak kakinya -tanganku tetap berada dalam genggamannya- mencoba melepaskan tautan bibir kami, pasokan udaraku menipis.
“ Kenapa kamu nyium aku hah??” aku melotot kearahnya, bersikap seolah-olah aku marah.
“ Itu hukuman karna kamu milih truth. Kan aku tadi bilang, kalau kamu tetep milih truth bakal aku cium.”
“ YA!! Ish nyebelin.” Aku memalingkan wajahku darinya.
“ Kan aku usdah suruh kamu pilih dare, kamunya ga mau.” Kyuhyun mencoba membela dirinya.
“ Oke” aku menarik nafas sebentar. “ Kalo aku pilih dare memang apa yang akan kamu suruh ke aku.” Aku menatap kembali wajahnya.
“ Cium aku.” Kyuhyun mengucapkannya sambil tersenyum manis.
“ MWO!!! YA!!” Aku melepaskan tanganku dengan kasar.
“ Ish cepat cium aku, selama ini kan selalu aku yang cium kamu duluan.” Tangan Kyuhyun kini menangkup wajahku. Astaga.. Jantungku!!!
“ Kiss Me sayang…” Kyuhyun kembali mengulang ucapannya. Ughhhhh….!!!! ‘Manis’ banget ya ni anak. Jadi dia menantangku. Dia kira aku ga berani. Oke kalo gitu, aku juga bisa kok pasang tampang ‘manis’ kaya gitu.
Aku menggangguk pelan. Lalu tersenyum malu-malu kearahnya.
“ Kamu bener-bener pengen aku yang nyium kamu duluan.” Ucapku sambil tersenyum sangaaaat manis kearahnya, yang dijawab dengan anggukan semangat oleh Kyuhyun.
“ Aku bakal ngelakuin apa yang kamu minta, tapi kamu harus tutup mata ya sayang.” Kantong plastik. Aku benar-benar membutuhkanmu, perutku rasanya kram karna berucap begitu manis pada mahluk menyebalkan ini.
Dengan tetap memasang senyum bocahnya, Kyuhyun mulai menutup matanya perlahan.
Tanganku ganti menangkup wajahnya, ku telusuri telunjukku kearah wajahnya, dari mata, ke hidungnya yang mancung, lalu berhenti sebentar saat telunjukku menyentuh bibirnya. Astaga, kenapa pikiranku jadi kotor begini. Aku menggelengkan wajahku cepat. Sadar, sadar,,
Dengan pelan aku mendekatkan wajahku kearahnya. Semakin dekat sampai-sampai aku bisa merasakan hangat nafas Kyuhyun menerpa wajahku. Ku lihat Kyuhyun memajukan sedikit bibirnya. Cis, liat saja apa yang akan aku lakukan ke kamu Cho Kyuhyun ku sayang..
Setelah di rasa siap, aku menundukan sedikit tubuhku, lalu..
CHUU…
Bibir Kyuhyun sukses tercium,,
“ Kok bibir kamu rasanya beda ya.” Kyuhyun langsung bertanya begitu bibirnya terlepas. Tapi matanya masih tertutup rapat.
Aku gigit kuat bibir bawahku, menahan tawa yang mau keluar.
“ HA..HA..HA..” suara siapa itu. Aish itukan suaraku sendiri..
Mulutku bener-bener ga bisa diajak kompromi ni, dengan seenaknya mengeluarkan suara tawa menggelegar yang sukses membuat mata Kyuhyun langsung terbuka.
“ Ke-, YA…!!!!! Apa maksudnya ini Song Minra???” Kyuhyun memundurkan tubuhnya dan menatap tajam kearah ku yang lagi jongkok dihadapannya. Bukan. Bukan Cuma itu saja. Matanya juga bergerak liar antara menatap aku dan satu sosok yang ada di hadapannya.
“ Kan tadi kamu yang minta dicium,, “ aku bangkit dan menatap –pura-pura– polos kearah Kyuhyun.
“ Oo..Jangan bilang kalau,, AAAGGGHHHHHH,,,,,BIBIRKUUUUUUUUUUU…” Kyuhyun berteriak frustasi. Dia mengelap kasar bibirnya, apalagi saat matanya menangkap satu orang yang sedang nyengir lebar kearahnya.
“ Annyeong Kyuhyun`ah..” sosok itu menyapa. Eunhyuk Oppa yang tadi ga sengaja lewat, bener-bener menyelamatkan aku dari mahluk mesum itu.
“ ANDWEEE,,, AGH!!!!! Kyuhyun berteriak makin keras, dia berlari kearah kamarnya. Aku dan Eunhyuk oppa yang melihat itu tertawa makin keras.. HAHAHA,, kena kau Cho Kyuhyun!
Tiba-tiba terdengar jeritan dari arah kamar Kyuhyun “ SONG MINRA,,, LEE HYUKJAE.. AWAS KALIANNNN!!!!! BIBIRKUUU…. AGHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!”
“ HA..HA..HA… Itu Ciuman termanis buat kamu Cho Kyuhyun ku SAYANG!!!!”

End.

Iklan

2 thoughts on “Truth Or Dare

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s