True love 01

 

 

PRANGG…

Aku hanya bisa memandangi beberapa ajussi dihadapanku dengan tatapan benci, bagaimana bisa mereka menghancurkan seluruh isi rumahku dengan seenaknya.

“YAK!!! Cepat katakan dimana appamu?? Atau kau ingin kami menghancurkan seluruh isi rumahmu??” salah seorang ajussi mendekat sambil mengacungkan telunjuknya kearahku.

“Ajussi, meskipun kau menghancurkan rumahku sekalipun, kalian tidak akan menemukan appaku. Dia sudah tidak pernah pulang kerumah sejak seminggu yang lalu.” Kuberanikan mataku untuk menatap ajussi-ajussi itu. Sebenarnya nyaliku menciut melihat otat-otot besar di tubuh mereka. Tapi inikan rumahku. Aku punya hak atas rumah ini. Bagaimana bisa mereka bersikap seenaknya seperti ini padaku?? Aku tidak terima!!

“Cih berani juga kau bocah!!” Yak bocah???? Enak saja, aku ini seorang gadis yang sudah berusia 21 tahun. Enak saja memanggilku bocah.

“Sebaiknya kalian cepat pergi dari rumahku.” Aku sudah tidak bisa menahan marahku lagi.

“Heh bocah, sebelum appamu melunasi hutangnya, rumah ini aku sita.” Ajussi yang berdiri paling dekat denganku melempar beberapa kertas kearahku.

“Itu adalah tagihan hutang appamu. Dan aku tak peduli , kau atau appamu harus membayar lunas semuanya.”

“Yak ajussi, kalau rumah ini kau sita , aku tinggal dimana?” Air mataku mengalir begitu saja.  Apa yang harus aku lakukan, aku tidak punya saudara disini, aku mau tinggal dimana??

Baca lebih lanjut